Jeneponto,Newsone.id – Muara sungai di pesisir laut kampung boyong kelurahan Tonro kassi timur kecamatan Tamalatea Jeneponto yang saat ini dangkal akibat endapan pasir mendapat perhatian dari pengusaha besar asal daerah setempat, Alamsyah karaeng Sewang atau yang akrab disapa AMK.
Pemilik wisata permandian dan kuliner Boyong itu berniat membantu warga kampung boyong untuk mengeruk pasir yang selama ini dikeluhkan warga, tak hanya itu dalam paparannya saat audience dengan para tokoh pemuda Boyong bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan pihaknya juga menyampaikan akan dibangun akses jalan yang nantinya memudahkan para nelayan dan petani rumput laut dalam mengangkut hasil usahanya.
Tak main-main, AMK siapkan perizinan lengkap penambangan pasir untuk memulihkan muara sungai Boyong mulai dari izin pusat, balai pompengan dan pihak terkait di daerah seperti PTSP dan Dinas Lingkungan hidup.
“Segala perizinan kita sudah lengkapi dan ini prosesnya cukup panjang hingga hari ini, dan saat ini sementara tahap explorasi (uji coba) untuk mengetahui berapa banyak nanti kita di ijinkan untuk menambang,”ujar AMK. Jumat 16/10/26.
Rencana pengelolaan pasir muara sungai kampung Boyong oleh AMK melalui CV. Alia Boyong Mandiri nantinya membuka puluhan pemberdayaan warga lokal baik dari segi lapangan kerja maupun, potensi ekonomi tambahan.
Meski tak mudah, AMK memastikan hal itu akan terealisasi demi mewujudkan peningkatan taraf ekonomi warga setempat khususnya bagi para nelayan dan petani rumput laut yang bergantung sepenuhnya di lautan. Bahkan lanjut AMK menjanjikan apabila ada warga yang justru terdampak atau dirugikan dari rencana tersebut pihaknya siap bertanggung jawab.
Diketahui pesisir pantai Boyong sampai perbukitan (tanjung) sekitarnya sebanyak kurang lebih 7 hektar merupakan milik AMK termasuk hutan bakau seluas 1.2 hektar yang saat ini dimanfaatkan warga lokal untuk kegiatan ekonomi sekunder dan AMK berniat hibahkan ke pemerintah.
Pro dan Kontra Respon Masyarakat Lokal ?
Setelah perjalanan panjang terkait perizinan yang diperlukan AMK demi mewujudkan niatan luhur di kampung Boyong, para tokoh pemuda setempat justru memiliki pandangan lain, kajian ekologi dan kearifan lokal yang terancam menjadi dasar mereka meminta segala sesuatunya di kaji ulang oleh CV. Alia Boyong Mandiri sebagai pelaksana.
Agung Indar Jaya sebagai tokoh pemuda sentral di lokasi tersebut mengaku selain dampak positif, ada ancaman lain yang harusnya diperhatikan dan dibicarakan sejak awal niatan AMK, yang melibatkan semua unsur termasuk tokoh masyarakat dan pemuda.
“Kami sambut baik niatan baik karaeng (sebutan AMK), tapi seharusnya ini dibicarakan sejak awal apakah semua warga menerima atau justru menolak,”tegasnya saat duduk diskusi bersama AMK (16/10).
Lebih lanjut Agung (sapaannya) meminta bukti segala perizinan yang dimiliki CV. Alia Boyong, termasuk berita acara bersama saat dilakukan proses peninjauan awal semua pihak. Alasan Agung mewakili masyarakat yang berpotensi terdampak sebaliknya menurutnya ada banyak contoh pengalaman pengerukan pasir memiliki eskalasi panjang yang justru menjadi bencana bagi masyarakat setempat.
Namun meski demikian, aktivis berambut panjang itu tetap membuka ruang diskusi bagi pengembang untuk memastikan aman bagi semua pihak, dengan meminta para pihak duduk bersama kembali.













